Wisata Dieng, 19 Oktober 2016

Pemandian Air Suci Serayu Dieng - Mata Air Awet Muda

Pernah mendengar berbagai hikayat tentang Mata Air Awet Muda.?? Bahkan di film terahir Pirate Of Caribean_ dengan Jack Sparrow yang berperan sebagai aktor utama dalam film tersebut, Juga dalam Islam kisah hikayat Mata Air Awet Muda Nabi Khidzir, Misteri Ainul Hayat mata air awet muda Nabi Khidzir yang sering disampaikan oleh para ulama untuk wawasan bagi kaum muslimin.




Mata Air Suci Serayu Tuk Bima Lukar

Begitu juga dengan salah satu Obyek Wisata Dieng ini yang terdapat di sebelag Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejejar, Kabupaten Wonosobo, tepat sebelum masuk kawasan Desa Dieng Wetan. Tuk (sebutan jawa), sumber muara air. Bima Lukar adalah penamaan tempat pertirtaan ini, yang di ambil dari kisah pewayangan dengan Seorang Bima yang Melukar di tempat ini yang di anggapnya tempat suci, yang merupakan Mata Air Purba yang sampai sekarang di anggapnya Hulu Sungai Serayu.




Mitos Tuk Bima Lukar Dieng - Mata Air Awet Muda

Tuk Bima Lukar dulunya adalah salah satu tempat sarana pertirtaan atau pemandian (tempat untuk bersuci) yang di bangun oleh Orang Hindu Dieng, yang sampai sekarang tempat ini masih di gunakan Orang Hindu Bali ataupun mereka yang mempunyai tujuan sepiritual sebagai tempat sarana prosesi seremonial yang akan di adakan di Dieng.


Asal-Usul Penamaan Tuk Bima Lukar yaitu tempat yang di namakan oleh masyarakat sekitar yang di ambil dari kisah pewayangan Sang Bima yang di utus gurunya Pandhita Durna untuk mencari ilmu Sangkan Paraning Dumadi (ilmu kesejatian hidup) yang di wejang oleh gurunya yaitu Pandhita Durna. Berikut Kisahnya :




Alkisah_ di ceritakan bahwa, salah satu satria ing ngalaga atau yang di anggapnya sebagai Penenggak Pandawa yaitu Bima atau yang dikenal juga sebagai Werkudara. Kala itu dirinya atau Bima sedang haus akan ilmu yang di timbanya untuk menyempurnakan dirinya_ yang selanjutnya mendapatkan petunjuk dari gurunya Pandhita Durna yaitu di haruskan untuk melakukan beberapa hal yang harus di laluinya sebagai persyaratan untuk mendapatkan ilmu yang di inginkanya yang di anggapnya pula ilmu paling berguna yaitu Ilmu Kesejatian Hidup. Selain di kenalnya Bima sebagai kesatria yang tangguh dan perkasa namun dirinya juga salah satu Pandawa yang mempunyai jiwa penurut dan patuh kepada hukum-hukum yang di emban oleh gurunya. Salah satu dalam persyaratan yang di perintahkan oleh gurunya untuk mendapatkan Ilmu tersebut, bahwaBima harus mencari Sumber Air Suci yang terdapat di tengah-tengah samudra. Setelah beberapa hari Bima mengembara dalam pencarian Mata Air Suci, Bima berlang-lang buwana mengitari beberapa gunung besar nan tinggi-tinggi sebelum Bima harus sampai pada titik samudra lautan yang ingin di tujunya. Sejenak dalam istirahatnya Bima tersadar seakan mendapat ilham dari yang Kuasa, bahwa dirinya masih merasa kotor untuk mendapatkan sesuwatu yang di anggapnya suci, yaitu Mata Air Suci "Tirta Perwita Sari" (mata air suci kehidupan). Dan bersegeralah Bima mencari Sumber Mata Air tersebut_ dalam pencarianya ahirnya Bima mendapatkan salah satu Sumber Mata Air yang terdapat di salah satu Gunung Tinggi yang dianggapnya suci juga karena belum tercampurnya sesuwatu lain atau kotoran, karena air tersebut langsung keluar muncul dari bumi atau Hulu Mata Air yang bagi orang jawa menyebutnya Tuk. yang pada waktu itu juga ahirnya si Bima Melukar atau Melepas pakaianya dan segeralah untuk menyucikan dirinya di Sumber Mata Air tersebut yang di anggapnya sebagai sebagai tempat Air suci berada atau Tirta Perwita Sari. Tidak lama kemudian setelah selesai menyelesaikan dirinya untuk bersuci di tempat pertirtaan, Bima meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan pengembaraanya dalm menuju perjalanan yang akan di tujunya, namun baru beberapa langkah Bima beranjak dari area pertirtaan, dengan tidak sengaja Bima menoleh kebelakang tanpa sangka-tanpa duga, Bima dikejutkan oleh penampakan perempuan cantik jelita yang sampai menggoda penglihatanya. Tidak tau perempuan cantik tersebut datangnya dari mana ternyata lagi mandi di tempat pertirtaan yg juga telah di gunakan untuk bersuci oleh Bima. Dalam waktu bersamaan itulah dalam pemandangan indah yang di lihatnya, Sang Bima mengeluarkan suara dan berkata "Siro Ayu" yang dalam Bahasa Jawa di artika "Kamu Cantik" yang akhirnya sampai sekarang juga tempat pertirtaan atau pemandian itu di sebut SUNGAI SERAYU.

Yang kemudian Air ini diyakini oleh masyarakat sekitar, bahwa siapapun yang menyucikan diri disini, mandi, atau sekedar bersih-bersih menggunakan air tersebut yang kemudian Air tersebut diyakini bisa menjadikan awet muda, bahkan berparas cantik atau tampan bagi mereka yang menggunakanya layaknya para bidadari yang suka memanjakan dirinya untuk menyucikan dirinya di Sungai Serayu Tuk Bima Lukar ini.
Bahkan sebagian orang meyakini bahwa Air tersebut bisa di gunakan sebagai perobatan.